-
+cream brulee+: Dampak Kenaikan BBM Bahan Bakar Minyak - Bensin thd Transportasi
Dari milis tetangga
indo_logistician@yahoogroups.com | Mon, 12 Mar 2012 09:13:41[ALI] Rencana kenaikan BBM Subsidi dan Impact kepada Transportasi di Indonesia.
Dear Rekan-Rekan sekalian,
Suasana hiruk pikuk dan wacana-wacana tentang pemangkasan BBM subsidi sudah rame dari 2 tahun lalu,…
Posted on March 13, 2012 via +ana.osa+ with 2 notes
Source: anaosa
-
Hidup Adalah Pilihan
Jadilah manusia seperti bunga teratai. Walaupun hidup di air keruh dan lingkungan sekitar kotor namun bunganya tetap indah nan harum.
Lingkungan tempat tinggal, keluarga, orang tua, dan saudara bukan sebuah pilihan. Mereka ada sebagai fitrah yang sudah ditetapkan. Kodisi itu yang akan mempengaruhi perjalanan hidup.
Pengaruh mereka sama, bedanya tergantung pada seseorang yang menyerap dari sudut pandang positif atau sudut pandang negatif. Keinginan menjadi apa kita dimasa mendatang adalah pilihan hidup yang tergantung diri kita masing masing.
Bunga teratai tetap harum semerbak mengundang kumbang mendekat. Begitu pun sebaliknya, kita bisa tumbuh menjadi tanaman perusak walau hidup di lingkungan yang sama dengan teratai.
-
Kita Mewarisi Gen Kesuksesan
Sukses adalah hak fitrah manusia, bersifat unifersal dan sama sekali tanpa pandang kasta. Apapun warna kulit kita, baik putih, merah, hitam, coklat, kuning atau sawo matang, semua memiliki kans yang sama. Apapun warna mode rambut kita, baik itu keriting, lurus, gelombang, atau gundul sekalipun, memiliki kesempatan yang sama.
Apapun warna kulit dan rambut manusia ternyata memiliki kesamaan warna darah, merah. Merah itu simbol keberanian untuk mewujudkan kesuksesan.
Oleh sebab itu, setiap manusia mewarisi “gen kesuksesan”. Warisan tak ternilai ini ternyata disikapi berbeda. Sebagian kecil orang memupuk warisan itu, mengembangkan dan memperjuangkannya hingga terwujud. Namun sebagian besar membunuhnya dengan beribu alasan pembenaran.
Utk mewujudkan kesuksesan ternyata tidak perlu bersusah payah. Tak perlu banyak teori. Tak perlu modal berlipat. Tak perlu kekuasaan secara politis.
Cukup dengan keberanian bermimpi sukses. Kemudian setelah itu bekerja keras untuk mewujudkan, serta bertindak konsisten untuk mewujudkan mimpi.
Mudah bukan ? So…. See U On The TOP
-
Keinginan pelanggan, misi perusahaan dan Kehendak Tuhan bisakah disatukan ?
Judul artikel ini adalah sebuah pertanyaan yang nampak sulit untuk dijawab apalagi dilaksanakan. Benarkah demikian ?
Misi perusahaan di seluruh dunia tentunya sama, mencetak sebanyak mungkin keuntungan. Tak mungkin sebuah perusahaan dibangun untuk mencetak kerugian. Impossible !
Prinsip dasar perusahaan atau bisnis tak bisa lepas dari hukum ekonomi yaitu pengeluaran sekecil kecilnya (baca : investasi) dan mengharap keuntungan yang sebesar besarnya. Berkembang tidaknya sebuah usaha sangat tergantung pada hukum ini. Jika keuntungan berlipat maka perusahaan maju, begitu sebaliknya.
pelanggan dan penyedia jasa tentunya memiliki konsep dan cara pandang yang berbeda.
Dalam menentukan rekanan, paling tidak ada empat faktor yang dipakai sebagai acuan pelanggan.
1. Menurunkan biaya belanja barang dan jasa.
2. Menaikkan keuntungan perusahaan sebagai akibat langsung dari penurunan biaya belanja.
3. Menimbang dan memilah azas manfaat dan kebutuhan barang dan jasa.
4. Mensuport bisnis pelanggan untuk menaikkan keuntungan.Agar sebuah perusahaan dipilih sebagai rekanan pelanggan, keempat faktor diatas bisa menjadi rujukan. Adapun hal yang harus dilakukan diantaranya adalah :
1. Memberikan “low cost” pada pelanggan sehingga mereka mendapat keuntungan finansial secara langsung. Biaya murah secara langsung akan menurunkan anggaran belanja barang dan jasa mereka. Itu berarti memberikan keuntungan lebih pada pelanggam.
2. Walaupun berbiaya murah, pelayanan yang diberikan harus “high quality”. Sehingga pelanggan mendapat manfaat darinya.
3. Pelayanan yang kita berikan mesti mensupport atau menyelesaikan sebagian problem pelanggan.
Ketiga hal tersebut jika mampu dilaksanakan secara konsisten, kepercayaan dan kepuasan pelanggan “maksimum”. Salah satu implikasi kepuasan pelanggan adalah kepuasan dan kontinuitas bisnis.
Lalu bagaimana sebenarnya kehendak Tuhan terhadap sebuah bisnis ?
Ada pendapat orang suci mengatakan “sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat pada orang lain”. Dalam perusahaan yang bersandar pada nilai nilai ke Tuhanan pun sama, “sebaik baik perusahaan adalah yang bermanfaat pada perusahaan lain”. Hal ini tentunya bermakna filosofis yang dalam, bolehlah untuk direnungkan bersama.
Jika perusahaan bermanfaat buat perusahaan lain (baca : pelanggan), tentunya pelanggan akan datang dengan sendirinya. Bertebaran dimuka bumi dengan menebar manfaat, maka perusahaan akan tumbuh kembang dengan sendirinya.
-
Cinta datangnya dari …….
Jaman engkong dan enyak babe dulu, cinta itu datangnya dari “rembugan” orang tua kedua belah pihak. Lalu turun ke pelaminan. Jaman pernikahan ini seringkali disebut jaman Siti Nurbaya.
Disaat kedua mempelai telah dinikahkan, itu artinya mereka berjodoh. Benarkah mereka berjodoh atau jodoh yang dipaksakan ? Susah untuk menjawabnya. Yang jelas, mereka ayem tentrem, beranak pinak hingga kita lahir.
Witing tresno jalaran seko kulino, datangnya cinta itu karena sering bertemu. Itu pepatah jawa yang sangat terkenal dan masih diakui kebenarannya (sebagian orang).
Namun kini jauh berbeda. Dijaman semua serba digital dan online, cinta itu datangnya dari olah jempol, lalu turun ke hati. Witing tresno jalaran soko kulino “chatingan - twitteran - facebookan”.
Bedanya adalah, bahwa jaman dahulu yang menjodohkan orang tua. Saat ini yang mak comblangi situs jodoh, bb, twitter dan facebook.
Sebentar lagi akan ada akun twitter “@naib” dengan isi time line sebagai berikut :
@naib : Aku nikahkan @fulan dan @fulanah dengan mas kawin sejumlah 1000 follower yang dibayar Tunai.
@naib : bagaiman follower yg bertindak sebagai saksi ? Apakah Sah ?Lalu ada follower mention —> @xxxx : @naib SAH pak !!! Cc : @fulan @fulanah
-
Truk tanki bermuatan BBM ini meriah banget….
-

Setiap manusia memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap sebuah objek yang sama. Cara pandang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia tinggal, tingkat pendidikan, komunitas atau pergaulan, serta inteligensia.
Perbedaan itu seringkali menimbulkan gesekan gesekan, bahkan perkelahian. Padahal objek yang mereka bicarakan adalah sama dan sebangun.
Untuk menghindari pertikaian, alangkah baiknya dalam melihat sebuah objek kita posisikan diri pada sudut pandang orang lain. Kemampuan untuk memahami sudut pandang orang lain itu sering disebut toleransi.
Semakin banyak kemampuan seseorang melihat sudut pandang orang lain, semakin toleranlah ia. Begitu pun sebaliknya. Semakin sedikit kemampuan seseorang melihat sudut pandang orang lain, semakin tidak toleranlah ia.
-
Soklat
Ada anak bertanya pada bapaknya, “apakah hari valentin itu ?”. Dijawab sang ayah bahwa valentin itu hari bagi bagi coklat sambil bernyanyi riang.
Lalu sang anak bergegas kedapur dan meminta sepotong gula jawa pada ibunya. Setelah mendapatkan yang diinginkan, segera ia menemui bapaknya di ruang depan.
“Pak, ini soklatnya (gula jawa warna coklat maksudnya), adik nyanyiin doong ?”, begitu rengeknya pada sang ayah.
Akhirnya sang ayah pun bernyanyi, syairnya kurang lebih demikian.
Lihat kebunku, penuh dengan soklat.
Ada yang soklat, dan ada yang soklat.
Soklat dan soklat, semuanya soklat. -
Mencari sebab itu berbeda dengan mencari alasan.
-
Menjaga kesehatan
Salah satu hal terpenting dalam hidup adalah kebahagiaan. Salah satu kunci untuk mewujudkannya adalah kesehatan. Oleh sebab itu menjaga kesehatan itu sangat penting.
Ternyata kesehatan itu bukan saja untuk tubuh, melainkan juga kesehatan finansial dan kesehatan spiritual.
Untuk menjaga kesehatan tubuh dibutuhkan berolahraga. Selin untuk menjaga kebugaran dan vitalitas, olahraga juga bermanfaat sebagai aktivitas sosialita.
Menjaga kesehatan finansial juga dibutuhkan untuk menunjang kebahagiaan. Beberapa tips untuk menjaga kesehatan finansial diantaranya adalah :
1. Selalu menjaga kesetimbangan cash flow personal.
2. Berusaha sekuat mungkin untuk menjaga setabilnya kondisi “incoming cash flow” selalu lebih besar dibanding “outgoing cash flow”.
3. Berkonsentrasi pada ” upgrading incoming cash flow” bukan pada “reducing outgoing cash flow”.
4. Memilih profesi “unlimited salary”, salah satunya dengan menjadi pelaku usaha atau pedagang.Hal lain yang tak kalah penting adalah menjaga kesehatan spiritual. Ini penting untuk mendapatkan spiritualitas yang baik. Salah satu cara yang bisa dijalankan adalah sesering mungkin mengunjungi tempat ibadah, para imam dan tokoh tokoh spiritual.
